Nama
saya Dini Febriani. Saya lahir di Subang, 14 Februari 1999. Saya adalah anak
pertama dari dua bersaudara. Dimana menjadi anak pertama itu merupakan suatu
tanggung jawab yang cukup besar karena harus bisa memberikan teladan yang baik
untuk adiknya dan bisa memberikan kontribusi untuk keluarga. Saat ini saya
sedang menempuh pendidikan S1 jurusan PGSD di Universitas Pendidikan Indonesia
Kampus Purwakarta.
Dilahirkan
di sebuah keluarga sederhana yang selalu berusaha mendukung dan memahami satu
sama lain adalah salah satu hal yang patut disyukuri. Saya lahir dan dibesarkan
oleh seorang ibu rumah tangga yang sangat luar biasa dan seorang ayah yang luar
biasa juga. Bagi keluarga, saya menjadi salahsatu perantara yang dapat membantu
ayah dan ibu saya untuk bersama-sama mewujudkan harapan-harapan dan mimpi-mimpi
yang mereka miliki. Ayah dan ibu saya memiliki harapan yang tinggi terhadap
saya yakni harapan bahwa saya bisa memiliki kehidupan dan menjalani kehidupan
yang lebih baik dari kehidupan yang sedang orangtua saya jalani saat ini.
Setiap orangtua selalu memiliki mimpi dan harapan terhadap anak-anaknya,
terlebih lagi jika anak-anak mereka menempuh pendidikan yang lebih tinggi.
Harapan tersebut memang terdengar sederhana, “Memiliki kehidupan yang lebih
baik”. Namun dalam mewujudkannya, tentunya diperlukan usaha dan do’a.
Saat
ini saya tinggal terpisah dengan orangtua saya, saya tinggal sendiri di
kontrakan di depan kampus tempat saya menempuh pendidikan. Namun, setiap sedang
tidak ada kegiatan perkuliahan ataupun kegiatan lainnya, saya biasanya selalu
pulang ke rumah. Mungkin ada orang-orang tertentu yang berpandangan dan
mengatakan bahwa untuk apa tinggal sendiri dan mandiri saat hari-hari kuliah
tetapi setiap hari libur selalu pulang ke rumah. Saya punya alasan kenapa saya
selalu menyempatkan diri untuk pulang ke rumah. Pertama, ketika hari-hari
kuliah, saya tak bisa membantu keluarga saya karena saya sedang tidak ada di
rumah. Kedua, saya bisa menceritakan lebih banyak hal kepada ibu saya. Saat
pulang ke rumah, saya hadir untuk sekedar membantu ibu mengerjakan pekerjaan
rumah sambil bercerita tentang hal-hal yang telah saya alami dan sebaliknya,
atau sekedar mendengarkan ayah yang menceritakan tentang pekerjaannya bahkan
sekedar untuk mendengarkan guyonan-guyonannya. Dan tak lupa untuk sekedar
bercanda tawa dan terkadang belajar hal-hal baru dengan adik saya. Saya dan
semua orang di dunia ini tentu bercita-cita untuk bisa membantu keluarganya,
salahsatunya dengan cara meringankan beban ekonomi keluarga. Namun sampai saat
ini, hanya hal-hal kecil itulah yang saya bisa lakukan.
Saya
berkontribusi kepada Indonesia melalui peran saya sebagai mahasiswa dan saya
berkontribusi melalui bidang pendidikan. Sebagai seorang mahasiswa, saya
berkewajiban untuk belajar dengan giat dan memberikan yang terbaik serta
menyalurkan berbagai ilmu yang telah didapatkan. Kontribusi yang saya lakukan
adalah memberikan bimbingan dan pengajaran kepada siswa Sekolah Dasar karena
kebetulan saya berkuliah di jurusan PGSD. Saya pernah memberikan pengajaran dan
bimbingan untuk siswa SD tentang pelajaran IPA untuk persiapan UN saat libur
semester kemarin. Hal itu menjadi salahsatu kontribusi yang pernah saya
lakukan. Selain itu, melalui organisasi dan komunitas yang ada di kampus, saya
bisa belajar untuk mengembangkan skill dan
potensi yang mungkin masih belum terlihat atau muncul, yang mana nantinya
potensi dan skill tersebut bisa saya
gunakan sebagai sarana untuk berkontribusi untuk Indonesia. Kontribusi yang
akan saya lakukan di kemudian hari memang masih menjadi rencana, tetapi hal
tersebut merupakan salahsatu cita-cita terbesar saya. Saya ingin menjadi guru
supaya saya bisa berkontribusi melalui cara mendidik dan memberikan pengajaran
yang baik kepada siswa Sekolah Dasar, dimana SD menjadi salahsatu tempat yang
dapat membentuk karakter dan prestasi anak-anak untuk masa depannya. Saya
berkeinginan untuk berkontribusi dengan cara memberikan bekal dan pengalaman
belajar untuk siswa SD, yang mana anak-anak pada usia Sekolah Dasar memiliki
banyak sekali impian serta cita-cita untuk diwujudkan di masa depan. Insya
Allah, saya bisa berkontribusi kepada Indonesia dengan cara membantu memberikan
bimbingan, serta mengarahkan siswa sekolah dasar untuk menempuh jalan hidup
yang lebih baik.
Oleh
karena itu, melalui “Beasiswa Bazma Pertamina” saya berharap saya bisa turut
serta membantu perekonomian keluarga dengan cara meringankan biaya pendidikan
yang sedang saya tempuh dan meringankan biaya hidup selama saya tinggal di kota
tempat saya menempuh pendidikan. Selain itu, Beasiswa Bazma Pertamina juga
dapat membantu saya memberikan bekal untuk kontribusi terhadap Indonesia.
Semoga harapan dan cita-cita saya dapat terwujud.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar