Selasa, 19 Februari 2019

Inilah Saya Bagi Keluarga dan Kontribusi yang Telah, Sedang, serta Akan Saya Berikan untuk Indonesia


Nama saya Dini Febriani. Saya lahir di Subang, 14 Februari 1999. Saya adalah anak pertama dari dua bersaudara. Dimana menjadi anak pertama itu merupakan suatu tanggung jawab yang cukup besar karena harus bisa memberikan teladan yang baik untuk adiknya dan bisa memberikan kontribusi untuk keluarga. Saat ini saya sedang menempuh pendidikan S1 jurusan PGSD di Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Purwakarta. 

Dilahirkan di sebuah keluarga sederhana yang selalu berusaha mendukung dan memahami satu sama lain adalah salah satu hal yang patut disyukuri. Saya lahir dan dibesarkan oleh seorang ibu rumah tangga yang sangat luar biasa dan seorang ayah yang luar biasa juga. Bagi keluarga, saya menjadi salahsatu perantara yang dapat membantu ayah dan ibu saya untuk bersama-sama mewujudkan harapan-harapan dan mimpi-mimpi yang mereka miliki. Ayah dan ibu saya memiliki harapan yang tinggi terhadap saya yakni harapan bahwa saya bisa memiliki kehidupan dan menjalani kehidupan yang lebih baik dari kehidupan yang sedang orangtua saya jalani saat ini. Setiap orangtua selalu memiliki mimpi dan harapan terhadap anak-anaknya, terlebih lagi jika anak-anak mereka menempuh pendidikan yang lebih tinggi. Harapan tersebut memang terdengar sederhana, “Memiliki kehidupan yang lebih baik”. Namun dalam mewujudkannya, tentunya diperlukan usaha dan do’a. 

Saat ini saya tinggal terpisah dengan orangtua saya, saya tinggal sendiri di kontrakan di depan kampus tempat saya menempuh pendidikan. Namun, setiap sedang tidak ada kegiatan perkuliahan ataupun kegiatan lainnya, saya biasanya selalu pulang ke rumah. Mungkin ada orang-orang tertentu yang berpandangan dan mengatakan bahwa untuk apa tinggal sendiri dan mandiri saat hari-hari kuliah tetapi setiap hari libur selalu pulang ke rumah. Saya punya alasan kenapa saya selalu menyempatkan diri untuk pulang ke rumah. Pertama, ketika hari-hari kuliah, saya tak bisa membantu keluarga saya karena saya sedang tidak ada di rumah. Kedua, saya bisa menceritakan lebih banyak hal kepada ibu saya. Saat pulang ke rumah, saya hadir untuk sekedar membantu ibu mengerjakan pekerjaan rumah sambil bercerita tentang hal-hal yang telah saya alami dan sebaliknya, atau sekedar mendengarkan ayah yang menceritakan tentang pekerjaannya bahkan sekedar untuk mendengarkan guyonan-guyonannya. Dan tak lupa untuk sekedar bercanda tawa dan terkadang belajar hal-hal baru dengan adik saya. Saya dan semua orang di dunia ini tentu bercita-cita untuk bisa membantu keluarganya, salahsatunya dengan cara meringankan beban ekonomi keluarga. Namun sampai saat ini, hanya hal-hal kecil itulah yang saya bisa lakukan. 

Saya berkontribusi kepada Indonesia melalui peran saya sebagai mahasiswa dan saya berkontribusi melalui bidang pendidikan. Sebagai seorang mahasiswa, saya berkewajiban untuk belajar dengan giat dan memberikan yang terbaik serta menyalurkan berbagai ilmu yang telah didapatkan. Kontribusi yang saya lakukan adalah memberikan bimbingan dan pengajaran kepada siswa Sekolah Dasar karena kebetulan saya berkuliah di jurusan PGSD. Saya pernah memberikan pengajaran dan bimbingan untuk siswa SD tentang pelajaran IPA untuk persiapan UN saat libur semester kemarin. Hal itu menjadi salahsatu kontribusi yang pernah saya lakukan. Selain itu, melalui organisasi dan komunitas yang ada di kampus, saya bisa belajar untuk mengembangkan skill dan potensi yang mungkin masih belum terlihat atau muncul, yang mana nantinya potensi dan skill tersebut bisa saya gunakan sebagai sarana untuk berkontribusi untuk Indonesia. Kontribusi yang akan saya lakukan di kemudian hari memang masih menjadi rencana, tetapi hal tersebut merupakan salahsatu cita-cita terbesar saya. Saya ingin menjadi guru supaya saya bisa berkontribusi melalui cara mendidik dan memberikan pengajaran yang baik kepada siswa Sekolah Dasar, dimana SD menjadi salahsatu tempat yang dapat membentuk karakter dan prestasi anak-anak untuk masa depannya. Saya berkeinginan untuk berkontribusi dengan cara memberikan bekal dan pengalaman belajar untuk siswa SD, yang mana anak-anak pada usia Sekolah Dasar memiliki banyak sekali impian serta cita-cita untuk diwujudkan di masa depan. Insya Allah, saya bisa berkontribusi kepada Indonesia dengan cara membantu memberikan bimbingan, serta mengarahkan siswa sekolah dasar untuk menempuh jalan hidup yang lebih baik.

Oleh karena itu, melalui “Beasiswa Bazma Pertamina” saya berharap saya bisa turut serta membantu perekonomian keluarga dengan cara meringankan biaya pendidikan yang sedang saya tempuh dan meringankan biaya hidup selama saya tinggal di kota tempat saya menempuh pendidikan. Selain itu, Beasiswa Bazma Pertamina juga dapat membantu saya memberikan bekal untuk kontribusi terhadap Indonesia. Semoga harapan dan cita-cita saya dapat terwujud.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar