BAB 1
SEPAK BOLA, BOLA VOLI, DAN BOLA
BASKET
A. Permainan Sepak Bola
1. Bermain Sepak Bola dengan Peraturan
yang Dimodifikasikan
Tujuan kegiatan dari kegiatan bermain sepak bola yang di modifikasikan,
yaitu:
a. Untuk menerapkan teknik-teknik yang
dipelajari.
b. Agar siswa dapat menentukan posisi
dalam tim sesuai degan keterampilan masing-masing.
c. Agar siswa dapat menggunakan taktik
dan strategi dalam bermain sepak bola.
d. Agar siswa dapat mengidentifikasi
saat yang tepat untuk melakukan penyerangan dan pertahanan.
Cara pembelajaran untuk bermain sepak bola dengan peraturan
yang dimodifikasi, antara lain:
a. Cara 1
Permainan dengan umpan
sasaran
b. Cara 2
Mengumpan dan menerima
bola untuk mencetak gol melalui gawang kecil
2. Taktik Formasi dalam Permainan Sepak
Bola
Taktik adalah suatu usaha atau siasat dari suatu regu yang diterapkan
dalam pertandingan dengan tujuan untuk memperoleh kemenangan.
a. Taktik Penyerangan
Tujuan penyerangan adalah
untuk dapat menghasilkan gol atau memasukkan bola ke gawang lawan. Pola
penyerangan yang dapat digunakan:
1) Pola Penyerangan W-M
2) Pola Penyeranagn 1-4-2-4
3) Pola Penyerangan 1-4-3-3
b. Taktik Pertahanan
Taktik pertahanan
bertujuan untuk merampas bola dan membersihkan bola dari daerah berbahaya
sehingga selamat tidak terjadi kemasukan gol. Pola pertahanan yang dapat
digunakan:
1) Pola 4-4-2
2) Pola 5-3-2
Adapun jenis pola pertahanan meliputi:
1) Penjagaan Satu Lawan Satu(Man to Man
Marking)
2) Penjagaan Daerah(Zona Defence)
3) Penjagaan Gabungan(Combination)
B. Permainan Bola Voli
Sebutan pemain bola voli sesuai dengan tugasnya dapat dibagi menjadi tiga
nama yaitu:
1. Smasher(Sm) bertugas sebagai
penyerang utama
2. Set-upper(Su) bertugas sebagai tukang
umpan ke smasher
3. Universal(U) bertugas dan berfungsi
serba guna
1. Sistem Pola Penyerangan
Adalah bentuk-bentuk formasi tertentu dalam penyerangan suatu tim bola
voli. Sistem pola penyerangan:
a. Sistem 4 Sm-2 Su(4 Smasher-2
Set-Upper)
b. Sistem 4 Sm-1 Su-1 U(4 Smasher-1
Set-Upper-1 Universal)
c. Sistem Penyerangan 5 Sm-1 Su(5
Smasher-1 Set-Upper)
2. Sistem Pola Pertahanan
a. Pertahanan terhadap Servis
1) Sistem Menerima Servis 2:4
2) Sistem Menerima Servis 5:1
b. Pertahanan Menghadapi smash dan
Lainnya
Pertahanan adalah suatu usaha dari regu untuk bertahan dari
serangan regu lawan, sekaligus berusaha mengadakan tindakan serangan balik.
Pertahanan dapat dibagi sebagai berikut:
1) Pertahanan diatas net
2) Pertahanan daerah belakang
3) Pertahanan daerah lapangan tengah
Sistem-sistem pertahanan dapat dibagi sebagai berikut:
1) Sistem 0:3:2 dan 1:3:2
2) Sistem 2:1:3 dan 2:2:2 dan 2:0:4
3) Sistem 3:1:2 dan 3:2:1 dan 3:0:3
C. Permainan Bola Basket
1. Teknik Menggiring/Mendribel Bola
Jenis menggiring ada dua cara yaitu:
a. Menggiring bola tinggi
b. Menggiring bola rendah
Latihan menggiring dalam permainan bola basket dapat
dilakukan dengan berbagai model, yaitu:
a. Model 1
Menggiring bola basket bergerak
maju, mundur, dan menyimpang.
b. Model 2
Menggiring bola dalam
lingkaran melalui rintangan dan setiap anak didik tidak boleh bersentuhan dan
dianjurkan selalu dalam lingkaran.
c. Model 3
Menggiring bola basket
melalui rintangan zig-zag dalam bentuk lari berantai.
2. Teknik Pivot(olah Kaki)
Pivot adalah melangkah satu kaki ke semua arah,sedangkan kaki yang
lainnya tetap bertumpu.
BAB 2
BULU TANGKIS DAN TENIS MEJA
A. Permainan Bulu Tangkis
Bulu tangkis atau badminton
adalah suatu olahraga raket yang dimainkan oleh dua orang (untuk tunggal) atau dua pasangan (untuk ganda) yang saling berlawanan.
Mirip dengan tenis, bulu tangkis bertujuan memukul bola permainan ("kok" atau
"shuttlecock")
melewati jaring agar jatuh di bidang permainan lawan yang sudah ditentukan dan
berusaha mencegah lawan melakukan hal yang sama.
Partai
Lapangan bulu
tangkis
Ada lima partai
yang biasa dimainkan dalam bulu tangkis, yaitu:
- Tunggal putra
- Tunggal putri
- Ganda putra
- Ganda putri
- Ganda campuran
Lapangan dan jaring
Lapangan bulu
tangkis berbentuk persegi
panjang dan mempunyai
ukuran seperti terlihat pada gambar. Garis-garis yang ada mempunyai ketebalan
40 mm dan harus berwarna kontras terhadap warna lapangan. Warna yang
disarankan untuk garis adalah putih atau kuning. Permukaan lapangan disarankan
terbuat dari kayu atau bahan sintetis yg lunak. Permukaan lapangan yang terbuat dari beton
atau bahan sintetik yang keras sangat tidak dianjurkan karena dapat
mengakibatkan cedera pada pemain. Jaring setinggi
1,55 m berada tepat di tengah lapangan. Jaring harus berwarna gelap kecuali
bibir jaring yang mempunyai ketebalan 75 mm harus berwarna putih.
Perlengkapan
- Raket
Secara tradisional raket dibuat dari kayu. Kemudian aluminium atau logam ringan lainnya menjadi
bahan yang dipilih. Kini, hampir semua raket bulu tangkis profesional berkomposisikan komposit serat karbon (plastik bertulang grafit). Serat karbon memiliki kekuatan hebat terhadap
perbandingan berat, kaku, dan memberi perpindahan energi kinetik yang hebat.
Namun, sejumlah model rendahan masih menggunakan baja atau aluminium untuk sebagian atau keseluruhan raket.
- Senar
Mungkin salah
satu dari bagian yang paling diperhatikan dalam bulu tangkis adalah senar nya. Jenis senar berbeda memiliki ciri-ciri tanggap berlainan. Keawetan
secara umum bervariasi dengan kinerja. Kebanyakan senar berketebalan 21 ukuran
dan diuntai dengan ketegangan 18 sampai 30+ lb. Kesukaan pribadi sang pemain
memainkan peran yang kuat dalam seleksi senar.
- Kok
Kok adalah bola yang digunakan dalam olahraga bulu
tangkis, terbuat dari rangkaian bulu angsa yang disusun membentuk kerucut terbuka, dengan pangkal berbentuk setengah bola yang
terbuat dari gabus. Dalam latihan atau pertandingan tidak resmi
digunakan juga kok dari plastik.
- Sepatu
Karena
percepatan sepanjang lapangan sangatlah penting, para pemain membutuhkan
pegangan dengan lantai yang maksimal pada setiap saat. Sepatu bulu
tangkis membutuhkan sol karet untuk cengkraman yang baik, dinding sisi yang bertulang agar tahan lama selama
tarik-menarik, dan teknologi penyebaran goncangan untuk melompat; bulu tangkis
mengakibatkan agak banyak stres (ketegangan) pada lutut dan pergelangan kaki.
Memainkan bulu tangkis
Area permainan
Tiap pemain
atau pasangan mengambil posisi berseberangan pada kedua sisi jaring di lapangan bulu tangkis.
Tujuan
permainan adalah untuk memukul sebuah kok menggunakan raket, melewati jaring ke wilayah lawan, sampai lawan tidak dapat
mengembalikannya kembali. Area permainan berbeda untuk partai tunggal dan ganda,
seperti yang diperlihatkan pada gambar. Bila kok jatuh di luar area tersebut
maka kok dikatakan "keluar".
Setiap kali
pemain/pasangan tidak dapat mengembalikan kok (karena menyangkut di jaring atau
keluar lapangan) maka lawannya akan memperoleh poin.
Permainan
berakhir bila salah satu pemain/pasangan telah meraih sejumlah poin tertentu.
Teknik Dasar Permainan Bulu Tangkis
a. Cara Memegang Raket Pegangan raket ada tiga macam, yaitu: 1. Pegangan forehand (pegangan dasar) Pegangan ini dapat di
peroleh dengan cara mendirkan raket yang sisinya tegak dengan lantai Pegangan
ini hampir sama dengan posisi tangan sedang bersalaman.
2. Pegangan backhand Pegangan ini dapat di peroleh dengan jalan memutar seperempat ke kanan
dari pegangan forehand.
3. Pegangan pukul kasur/Amerika Cara pegangan ini adalah mula-mula raket diletakkan
secara mendatar di atas lantai. Kemudian ambil dan peganglah raket pada
pegangannya, sehingga bagian tangan antar ibu jari dan jaritelunjuk menempel
pada bagian permukaan yang lebar.
b. Teknik Pukulan Teknik pukulan adalah cara-cara melakukan pukulan pada permainan
bulitangkis dengan tujuan menerbangkan shuttlecock ke lapanagn lawan. Terdapat
macam-macam teknik dasar pukulan dalam permainan bulutangkis, yaitu: 1. Pukulan Servis Pukulan servis
merupakan pukulan degan raket untuk menerbangkan shuttlecock ke bidang lapangan
lawan secara diagonal dan bertujuan sebagai permulaan permainan. Macam-macam
pukulan servis, yaitu: a. Pukulan servis pendek b. Pukulan servis panjang c.
Pukulan servis mendatar d. Pukulan servis cambuk
2. Pukulan Lob Pukulan lob adalah pukulan dalam permainan bulutangkis yang bertujuan
untuk menerbangkan shuttlecock setinggi mungkin mengarah jauh ke belakang garis
lapangan lawan. Pukulan lob dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu: a. Overhead lob, yaiutu pukulan lob
yang dilakukan dari atas kepala dengan cara menerbangkan shuttlecock melambung
ke arah belakang. b. Underhand lob,
yaitu pukulan lob yang dilakukan dari bawah dengan cara memukul shuttlecock
yang berada di bawah badan dan di lambungkan tinggi ke belakang.
Servis
Area servis
Servis dilakukan dari satu sisi lapangan (kiri atau kanan) menyilang menyeberangi
jaring ke area lawan. Partai tunggal dan ganda memiliki area servis yang berbeda seperti yang diilustrasikan pada gambar. Bila kok jatuh di luar area tersebut
maka kok dinyatakan "keluar" dan poin untuk penerima servis.
Posisi kiri
atau kanan tempat servis dilakukan ditentukan dari jumlah poin yang telah
dikumpulkan oleh pemain yang akan melakukan servis. Posisi kanan untuk jumlah
poin genap dan posisi kiri untuk jumlah poin ganjil. Servis dari posisi kanan juga dilakukan saat jumlah poin masih nol.
Pada set
pertama pemain/pasangan yang melakukan servis untuk pertama kali ditentukan
dengan undian, sedangkan untuk set berikutnya dilakukan oleh pemenang dari set
sebelumnya.
Untuk partai ganda, beberapa peraturan
berbeda diterapkan untuk perhitungan poin menggunakan sistem pindah bola dan sistem reli poin:
Sistem pindah bola
- Sebelum pertandingan dimulai, harus ditentukan salah seorang pemain dari tiap-tiap pasangan sebagai "orang pertama". Pilihan ini berlaku untuk setiap set yang dimainkan.
- Jumlah poin genap atau ganjil menentukan posisi "orang pertama" saat melakukan servis.
- Setiap pasangan mempunyai dua kali kesempatan servis (masing-masing untuk tiap pemain) sebelum pindah bola, kecuali servis pertama pada tiap-tiap awal set tidak mendapat kesempatan kedua.
- Saat pindah bola, servis pertama selalu dilakukan oleh pemain yang berada di sebelah kanan, bukan oleh "orang pertama".
Sistem reli poin
- Setiap pasangan hanya mendapat satu kali kesempatan servis, tidak ada servis kedua.
- Servis dilakukan oleh pemain yang posisinya sesuai dengan poin yang telah diraih oleh pasangan tersebut.
- Pemain yang sama akan terus melakukan servis sampai poin berikutnya diraih oleh lawan.
B. Permainan Tenis Meja
Tenis meja, atau ping pong (sebuah merek dagang), adalah suatu olahraga raket yang dimainkan oleh dua orang (untuk tunggal) atau dua pasangan (untuk
ganda) yang berlawanan. Permainan ini menggunakan raket yang terbuat dari papan
kayu yang dilapisi karet yang biasa disebut bet, sebuah bola pingpong dan lapangan permainan yang berbentuk
meja
Bat dan bola pingpong
Peralatan Permainan
Raket
01. Ukuran,
berat dan bentuk raket tidak ditentukan, tetapi daun raket harus datar dan
kaku. 02. Daun raket minimal 85 % terbuat dari kayu diukur dari
ketebalannya; lapisan perekat di dalam kayu dapat diperkuat dengan bahan yang
berserat seperti serat karbon (carbon fibre) atau serat kaca (glass fibre) atau
bahan kertas yang dipadatkan, namun bahan tersebut tidak boleh lebih dari
7,5 % dari total ketebalan atau berukuran 0,35 mm, yang lebih tipis yang
dipakai sebagai acuan. 03. Sisi daun raket yang digunakan untuk memukul bola
harus ditutupi oleh karet licin/halus maupun bintik, bila menggunakan karet
bintik yang menonjol ke luar (tanpa spons) maka ketebalan karet termasuk
lapisan lem perekat tidak boleh lebih dari 2.0 mm, atau jika menggunakan karet
lapis (karet + spons) dengan bintik di dalamnya menghadap keluar atau ke dalam
maka ketebalannya tidak boleh lebih dari 4.0 mm sudah termasuk dengan lem
perekat. 04. Pada permulaan permainan dan kapan saja pemain menukar raketnya
selama permainan berlangsung, seorang pemain harus menunjukkan raketnya pada
lawannya dan pada wasit dan harus mengijinkan wasit dan lawannya untuk
memeriksa/ mencobanya
Bola
Bola tenis meja
berdiameter 40 mm berat 2,7 gram.[4] Biasanya berwarana putih atau oranye dan terbuat dari
bahan selulosa yang ringan. Pantulan bola yang baik apabila dijatuhkan dari
ketinggian 30,5 cm akan menghasilkan ketinggian pantulan pertama antara 23-26
cm. Pada bola tenis meja biasanya ada tanda bintang dari bintang 1 hingga bintang
3, dan tanda bintang 3 inilah yang menunjukan kualitas tertinggi dari bola
tersebut dan biasanya digunakan dalam turnamen-turnamen resmi.
Meja lapangan
|
Pegangan forehand
|
Pegangan backhand
|
Cara bermain
Permainan tunggal
- Setiap bola mati menghasilkan nilai satu.
- Servis berganti pemain setiap mencapai poin kelipatan 2.
- Pemegang servis bebas menempatkan bola dari segala penjuru lapangan.
- Permainan satu set berakhir apabila pemain mencapai nilai 11, dan kemenangan diraih apabila mencapai 3 atau 4 kali kemenangan set.
- Apabila terjadi deuce, permainan berakhir jika selisih nilai adalah 2. misal: 15-13, 18-16
Permainan ganda
- Setiap bola mati menghasilkan nilai satu.
- Servis bergantian setiap poin kelipatan 2.
- Pemain bergantian menerima bola dari lawan
- Pemegang servis hanya bisa menempatkan bola ke ruang kamar sebelah kanan lawan.
- Permainan satu set berakhir apabila pemain mencapai nilai 11, dan kemenangan diraih apabila mencapai 3 atau 4 kali kemenangan set.
- Apabila terjadi deuce, permainan berakhir jika selisih nilai adalah 2. misal: 13-11, 15-17
BAB 3
LARI ESTAFET, LOMPAT JAUH, DAN LEMPAR LEMBING
A. Lari Sambung(estafet)
Lari sambung atau lari estafet adalah salah satu lomba lari pada perlombaan atletik yang dilaksanakan secara bergantian atau beranting. Dalam satu regu lari sambung terdapat empat orang pelari, yaitu pelari pertama, kedua, ketiga, dan keempat. Pada nomor lari sambung ada kekhususan yang tidak akan dijumpai pada nomor pelari lain, yaitu memindahkan tongkat sambil berlari cepat dari pelari sebelumnya ke pelari berikutnya.
Lari sambung atau lari estafet adalah salah satu lomba lari pada perlombaan atletik yang dilaksanakan secara bergantian atau beranting. Dalam satu regu lari sambung terdapat empat orang pelari, yaitu pelari pertama, kedua, ketiga, dan keempat. Pada nomor lari sambung ada kekhususan yang tidak akan dijumpai pada nomor pelari lain, yaitu memindahkan tongkat sambil berlari cepat dari pelari sebelumnya ke pelari berikutnya.
Nomor lari
estafet yang sering diperlombakan adalah nomor 4 x 100 meter=400 meter dan
nomor 4 x 400 meter (1.600 meter). Dalam melakukan lari sambung bukan teknik
saja yang diperlukan tetapi pemberian dan kemahiran dalam menerima tongkat
dengan cepat di zona atau daerah pergantian serta penyesuaian jarak dan
kecepatan dari setiap pelari.
Definisi
Lari sambung
atau lari estafet adalah salah satu lomba lari pada perlombaan atletik yang
dilaksanakan secara bergantian atau beranting. Dalam satu regu lari sambung
terdapat empat orang pelari, yaitu pelari pertama, kedua, ketiga, dan keempat.
Pada nomor lari sambung ada kekhususan yang tidak akan dijumpai pada nomor
pelari lain, yaitu memindahkan tongkat sambil berlari cepat dari pelari
sebelumnya ke pelari berikutnya. Nomor lari estafet yang sering diperlombakan
adalah nomor 4 x 100 meter dan nomor 4 x 400 meter. Dalam melakukan lari
sambung bukan teknik saja yang diperlukan tetapi pemberian dan penerimaan
tongkat di zona atau daerah pergantian serta penyesuaian jarak dan kecepatan
dari setiap pelari.
Teknik
Latihan Teknik
Lari Sambung No Latihan Teknik Penerimaan Tongkat
- Dengan cara melihat (visual) Pelari yang menerima tongkat melakukannya dengan berlari sambil menolehkan kepala untuk melihat tongkat yang diberikan oleh pelari sebelumnya.
- Dengan cara tidak melihat (non visual) Pelari yang menerima tongkat berlari sambil mengulurkan tangan kebelakang. Selanjutnya pelari sebelumnya menaruh tongkat ke tangan si pelari setelahnya.
Latihan Teknik
Pemberian dan Penerimaan Tongkat
- Dari Bawah Jika pemberi memberikan tongkat dengan tangan kanan maka penerima menggunakan tangan kiri. Saat akan memberi tongkat, ayunkan tongkat dari belakang ke depan melalui bawah. Sementara tangan penerima telah siap di belakang dengan telapak tangan menghadap bawah. Ibu jari terbuka lebar, sementara jari-jari yang lainnya dirapatkan. Tangan penerima berada di bawah pinggang.
- Dari atas Jika pemberi memberikan tongkat dengan tangan kiri maka penerima juga menggunakan tangan kiri.
Daerah
Pergantian Tongkat No Cara Menempatkan Antara Pelari-Pelari
- Pelari ke 1 Di daerah start pertama dengan lintasan di tikungan
- Pelari ke 2 Di daerah start kedua dengan lintasan lurus
- Pelari ke 3 Di daerah start ketiga dengan lintasan tikungan
- Pelari ke 4 Di daerah start keempat dengan lintasan lurus dan berakhir di garis finish
Hal-Hal yang
Harus Diperhatikan dalam Lari Estafet
- Pemberian tongkat sebaiknya bersilang, yaitu pelari 1 dan 3 memegang tongkat pada tangan kanan, sedangkan pelari 2 dan 4 menerima/memegang tongkat pada tangan kiri.
- Penempatan pelari hendaknya disesuaikan dengan keistimewaan dari masing- masing pelari. Misalnya pelari 1 dan 3 dipilih yang benar-benar baik dalam lingkungan. Pelari 2 dan 4 merupakan pelari yang mempunyai daya tahan yang baik.
B. Lompat Jauh Gaya Berjalan di Udara
(Walking in The Air)
Teknik Lompat Jauh Gaya Berjalan di Udara (Walking in the Air)
Lompat jauh gaya ini hampir sama dengan gaya lompat jauh lainnya. Hal yang membedakan hanya pada saat melayang di udara, seolah-olah kita berjalan di udara.
Gaya ini diuraikan menjadi :
- Awalan :
1) Jarak lari awalan 30 meter.
2) Siap untuk mengambil ancang-ancang dengan satu kaki ke depan dan kaki lainnya ke belakang.
3) Lari secepat-cepatnya menuju papan tolakan. - Tolakan :
1) Pada saat melakukan tolakan, bagian belakang yang pertama menyentuh tanah.
2) Tolakan kaki dengan penuh kekuatan.
3) Kaki ayun, diayunkan dengan kuat melewati kaki tumpu. - Saat melayang di di udara
:
1) Urutan gerakan saat kaki lepas dari tanah dan saat melayang di udara 2,5 langkah.
2) Langkah ke satu berakhir dengan kaki ayun dalam posisi depan dan kaki tolak saat lepas dari tanah.
3) Pada langkah kedua berakhir dengan kaki tolak dalam posisi di depan dan kaku ayun di belakang.
4) Kemudian pada setengah langkah terakhir, kaku ayun bergabung dengan kaki tolak untuk mendarat. - Mendarat (landing)
Pada waktu mendarat, pelompat harus berusaha menjulurkan kedua lengannya sejauh mungkin ke muka dengan tidak kehilangan keseimbangan badannnya. Hal tersebut dimaksudkan agar pelompat tidak terjatuh ke belakang. Pada saat pendaratan, lutut ditekuk dan mengeper sehingga meningkatkan satu momentum membawa badan ke depan atas.
Lapangan
Lompat Jauh
- Meteran gulungan dari baja
- Bendera-bendera kecil untuk tanda lompatan
- Alat perata pasir / cangkul
Beberapa
peraturan permainan
- Jika peserta lebih dari delapan orang, maka setiap peserta diberi kesempatan melompat sebanyak tiga kali.
- Kemudian ditentukan peringkat sampai ke delapan, untuk mengikuti babak final.
- Pada babak final, pelompat diberi kesempatan melakukan lompatan sebanyak tiga kali lagi. Di ambil hasil lompatan terjauh untuk menentukan juara dari delapan orang tersebut.
- waktu untuk melakukan satu kali lompatan adalah 1,5 atau 90 detik
- Jarak lompatan diukur dari bekas atau jejak di pasir yang terdekat dengan balok tolakan.
- semua hasil lompatan, baik yang gagal maupun berhasil harus dicatat dalam kartu hasil catatan. Jarak lompatan yang harus dicatat adalah yang terdekat dengan 0,01. Misal hasil lompatan adalah 6,656 maka dicatat 6,65.
- Lompatan yang gagal :
a) pelompat menyentuh tanah di luar garis daerah pendaratan.
b) melakukan tolakan di luar balok tumpuan.
c) mendarat dengan bentuk gerakan salto atau lompat harimau.
C. Lempar Lembing
1.
Pengertian Lempar Lembing
Lempar lembing terdiri dari dua kata yaitu lempar dan lembing. Lempar yang
berarti usaha untuk membuang jauh-jauh, dan lembing adalah tongkat yang
berujung runcing yang dibuang jauh-jauh (Munasifah, 2008:4). Lempar lembing
adalah salah satu nomor yang terdapat dalam cabang olahraga atletik yang
menggunakan alat bulat panjang yang berbentuk tombak dengan cara melempar
sejauh-jauhnya (PASI, 1988:43). Selanjutnya Jerver (1996:142) Menjelaskan bahwa
“Lempar lembing adalah suatu gerakan antara sentuhan tangan dengan menggunakan
benda yang berbentuk panjang berusaha untuk melempar sejauh mungkin”. Untuk
memperoleh jauhnya lemparan diperlukan kekuatan dan kecepatan gerak serta sudut
pada saat lembing meninggalkan tangan.
Pengertian lempar lembing tidaklah
lengkap kalau tidak diketahui sejarah atau riwayat perkembangan lempar lembing
sebagai salah satu cabang atletik. Munasifah (2008:4-5) Menjelaskan Bahwa
“lempar lembing berawal dari kegiatan manusia zaman dahulu dalam berburu
binatang yang sering menggunakan lembing dalam berburu mangsanya untuk memenuhi
kebutuhan hidupnya dengan memakan binatang hasil buruannya”. Lempar lembing
pada zaman modern sudah menjadi olahraga yang diperlombakan, namun memahami
sejarah tidak hanya sekedar untuk pengertian atau pengetahuan tentang kejadian
pada masa lampau, melainkan untuk menentukan langkah-langkah pada masa yang
akan datang.
BAB 4
BELA DIRI PENCAK SILAT
A. Ciri-ciri dan Nilai Pencak Silat
a. Ciri-ciri
umum Pencak Silat Indonesia :
1) Pencak Silat
mempergunakan seluruh bagian tubuh dan anggota badan dari kuku pada ujung jari
kaki atau tangan sampai dengan rambut (terutama wanita) untuk membela diri.
2) Pencak Silat
dilakukan dengan tangan kosong atau dengan senjata.
3) Pencak Silat
tidak memerlukan senjata tertentu, benda apapun dapat dijadikan senjata (kayu,
batu, pasir, payung, sapu tangan, tas, tusuk konde, sandal, selendang dan sebagainya).
4) Pencak Silat
lahir dan tumbuh serasi dengan alam: alam sekitarnya, alat istimewa, adab sopan
santunnya, temperamennya/watak dan kepribadian suku bangsanya, agama atau
kepercayaan dan kebatinannya.
b. Ciri-ciri
khusus Pencak Silat
1) Sikap tenang,
lemas (rileks) dan waspada.
2) Mempergunakan
kelincahan, kelentukan, kecepatan, saat (timing) dan sasaran yang tepat
disertai gerak refleks untuk
mengatasi lawan bukan mengandalkan kekuatan tenaga.
3) Mempergunakan
prinsip (timbang badan), permainan posisi dengan perubahan pemindahan titik
berat badan.
4) Memanfaatkan
setiap serangan dan tenaga lawan.
5) Menghemat
menyimpan tenaga mengeluarkan tenaga sedikit mungkin (ekonomis).
B. Teknik-teknik Dasar Pencak Silat
1. Sikap Pasang
sikap pasang,
yaitu kombinasi sikap kaki dan tangan dengan posisi kuda-kuda atau tanpa
kuda-kuda yang diikuti dengan kesiagaan
mental dan indera secara total.Ditinjau dari penggunaannya, sikap pasang terdiri atas berikut.
mental dan indera secara total.Ditinjau dari penggunaannya, sikap pasang terdiri atas berikut.
- a. Sikap pasang terbuka, yaitu sikap pasang dengan tangan, dada, lengan tidak melindungi tubuh.
- b. Sikap pasang tertutup, yaitu dengan sikap tangan dan lengan melindungi tubuh
2. macam -
macam sikap pasang
Macam-macam sikap pasang adalah
sebagai berikut.
a. Sikap pasang satu, caranya sebagai berikut.
- Sikap kuda-kuda tengah ke belakang.
- Berat badan di tengah dan posisi kanan dan kiri sejajar.
- Posisi kedua tangan di depan dada dengan telapak tangan dibuka.
b. Sikap pasang dua, caranya sebagai berikut.
- Posisi kaki kuda-kuda tengah serong.
- Tangan kiri di depan dada dengan jari-jari tangan dibuka.
- Tangan kanan juga diletakkan di depan dalam keadaan mengepal.
c. Sikap pasang tiga, caranya sebagai berikut.
- Posisi kaki dengan kuda-kuda samping lutut kanan ditekuk dan kaku kiri lurus.
- Tangan kanan lurus dengan jari-jari dibuka dan tangan kiri menyilang di depan dada telapak tangan juga dibuka atau posisi sebaliknya.
d. Sikap pasang empat, caranya sebagai berikut.
- Posisi kaki dengan kuda-kuda depan.
- Tangan yang ada di depan mengepal dan telapak tangan lainnya menyilang di depan dada dengan telapak tangan dibuka.
a. Sikap pasang satu, caranya sebagai berikut.
- Sikap kuda-kuda tengah ke belakang.
- Berat badan di tengah dan posisi kanan dan kiri sejajar.
- Posisi kedua tangan di depan dada dengan telapak tangan dibuka.
b. Sikap pasang dua, caranya sebagai berikut.
- Posisi kaki kuda-kuda tengah serong.
- Tangan kiri di depan dada dengan jari-jari tangan dibuka.
- Tangan kanan juga diletakkan di depan dalam keadaan mengepal.
c. Sikap pasang tiga, caranya sebagai berikut.
- Posisi kaki dengan kuda-kuda samping lutut kanan ditekuk dan kaku kiri lurus.
- Tangan kanan lurus dengan jari-jari dibuka dan tangan kiri menyilang di depan dada telapak tangan juga dibuka atau posisi sebaliknya.
d. Sikap pasang empat, caranya sebagai berikut.
- Posisi kaki dengan kuda-kuda depan.
- Tangan yang ada di depan mengepal dan telapak tangan lainnya menyilang di depan dada dengan telapak tangan dibuka.
e. Sikap pasang lima, caranya sebagai berikut.
Posisi kaki kuda-kuda tengah. Salah satu tangan mengepal menghadap ke atas dan telapak tangan lainnya dibuka menyilang di depan dada.
f. Sikap pasang enam, caranya sebagai berikut.
- Posisi kaki kuda-kuda tengah.
- Kedua tangan disilangkan di depan dada dengan telapak tangan dibuka menghadap ke luar.
g. Sikap pasang tujuh, caranya berikut.
- Posisi tubuh berdiri dengan salah satu kaki disilangkan di belakang kaki yang lain.
- Salah satu tangan diluruskan dengan telapak tangan terbuka dan tangan yang lain diangkat sejajar dengan
kepala dengan telapak tangan dibuka.
h. Sikap pasang delapan, caranya sebagai berikut.
- Posisi berdiri salah satu kaki disilangkan ke depan.
- Kedua tangan diletakkan di depan dada dengan salah satu telapak tangan menghadap ke atas dan yang lain menghadap ke depan dengan pergelangan tangan ditekuk

i. Sikap pasang sembilan, caranya sebagai berikut.
- Posisi kaki kuda-kuda belakang.
- Kedua tangan diletakkan di depan dada salah satu tangan dengan telapak tangan dibuka dan tangan yang lain mengepal.
j. Sikap pasang sepuluh, caranya sebagai berikut.
Posisi berdiri satu kaki sedangkan kaki yang lain diangkat ke depan.
k. Sikap pasang sebelas, caranya sebagai berikut.
Salah satu lutut bertumpu di lantai dan kaki yang lain lutut ditekuk secara tegak lurus. Salah satu lengan diluruskan ke depan dengan telapak tangan menghadap ke atas dan tangan yang lain diluruskan ke atas dengan pergelangan tangan ditekuk telapak tangannya menghadap ke atas.
l. Sikap pasang dua belas, caranya sebagai berikut.
Duduk bersila dengan kedua tangan diangkat dan telapak tangan menghadap ke atas.
m. Pola langkah pencak silat.
RENANG GAYA DADA
Gaya dada atau gaya
katak adalah berenang dengan
posisi dada menghadap
ke permukaan air, namun berbeda dari gaya bebas, batang
tubuh selalu dalam keadaan tetap. Kedua belah kaki menendang ke arah luar
sementara kedua belah tangan diluruskan
di depan. Kedua belah tangan dibuka ke samping seperti gerakan membelah air
agar badan maju lebih cepat ke depan. Gerakan tubuh meniru gerakan katak sedang berenang sehingga disebut gaya katak.
Pernapasan dilakukan ketika mulut berada di permukaan air, setelah satu kali
gerakan tangan-kaki atau dua kali gerakan tangan-kaki.Gaya dada merupakan gaya berenang paling populer untuk renang rekreasi. Posisi tubuh stabil dan kepala dapat berada di luar air dalam waktu yang lama. Dalam pelajaran berenang, perenang pemula belajar gaya dada atau gaya bebas. Di antara ketiga nomor renang resmi yang diatur Federasi Renang Internasional (FINA), perenang gaya dada adalah perenang yang paling lambat.

















